coretanku,,

it's all about my feeling,,my experience, my knowledge,and everything i know...
just want to make everything around me be meaningfull,, :)

Thursday, November 28, 2013

karena kita,, sering kali...
bahkan hampir selalu,,
tak bisa mengendalikan hati kita sendiri,,
terlalu sulit,,
#ItulahPentingnyaDoa#PadaSangPenggenggamHati

Monday, November 18, 2013

Perjalanan senantiasa mendidik jiwa untuk menjadi manusia yang lebih manusiawi, melatih hati untuk lebih peka dalam bersosialisasi, melatih diri untuk tidak terlalu takut pada apa yang belum terjadi, dan tidak terlalu menyesali apa yang telah usai. Perjalanan akan selalu membenturkan jiwa pada pilihan-pilihan hidup, pada keputusan-keputusan yang terkadang sulit, pada konsekuensi, pada tanggung jawab, dan tentu saja pada manajemen emosi. Perjalanan senantiasa mengajarkan jiwa untuk lebih dewasa, tak lagi manja apalagi mudah menangis, lebih menghargai beraneka perbedaan yang akan selalu mewarnai, dan pasti lebih bersyukur atas anugrah hidup ini.
- https://www.facebook.com/notes/dinda-dewi-zalinda/kembalilagi/10152397104365031 -

Tuesday, November 12, 2013

- Give me a Reason -

sekarang,, 12 November 2013..
sekitar 1,5 bulan lagi waktuku,, untuk menyelesaikan semua ini, mengahiri cerita disini dan memulai cerita yang baru.
Harusnya, jika berjalan sesuai rencana, semua sudah ak selesaikan, tinggal berlatih menghadapi oral defense dan menyusun slite presentasi.
Tapi nyatanya, jangankan menulis laporan,, data saja belum ada,, sistem saja belum jelas seperti apa,, banyak yg harus dirubah, alat A ngambek, alat B capek, ga mau kerja, alat C tiba2 rusak dll, dsb..

Salah siapa? haruskan aku mengeluh dengan kondisi ini? apakah sudah cukup "alasan" ku untuk mengeluhkan kondisi ini?

Disaat banyak yang mengeluhkan akan "tega"nya sang profesor dalam "menasehati" dengan "tegas" mahasiswanya,,
Bagaimana dengan profesorku? hey, pernahkan dia marah, atau bernada tinggi? yang ada selalu memberi motivasi, jalan keluar, wejangan - wejangan yang menenangkan..
Bukankah tidak jarang yang memiliki masalah dengan teman satu lab? mungkin karena beda negara, beda budaya dan cara berfikir. Hal yang wajar bila berselisih. Apa kabar teman labku? 'dia' yang biasa pulang sore hari, (pukul 6 sore biasanya), hari ini harus telat pulang, hingga jam 10 malam, "hanya" karena menjelaskan ini itu seluk beluk alat2 elektronik yang sungguh memusingkan dan tak kupahami. belum lagi sebelum2nya,,, tak terhitung aku merepotkannya. Tak terlihat "wajah keberatan" sama sekali. (entah dalah hatinya,, haha). Begitu juga dengan teman2 lab yang lain yang begitu ramah dan peduli.
Aku, yang mendapat julukan dari beberapa orang sebagai "gunung es", yang tak terhitung lagi orang yang bilang  aku "galak, cuek, dingin" dan sejenis itulah. Yang harusnya wajar jika tak punya teman dekat. Tapi kondisiku? Walaupun tak banyak, teman2ku, mereka yang "sebenarnya" begitu ku sayang, hanya saja tak pernah aku tunjukkan (:p) begitu besar perhatiannya. tiba2 sms memberi semangat, tanpa diminta, bahkan aku jawab ketus, haha :D, beberapa menyakan kabar, menawarkan bantuan, dan kehangatan2 sederhana lainnya.

Lalu apa alasanku mengeluh? kondisi yang sebelah mana yang ingin aku keluhkan? adakah yang bisa memberi satu saja alasan agar aku bisa mengeluh dengan "benar"...

Orang tua yang terus mendoakan, kenikmatan iman, lingkungan yang begitu positif, materi yang cukup,,
ah... semakin dipikirkan, semakin tak punya alasan aku untuk mengeluh.

Semoga ini bukan hanya tulisan, tapi benar2 dapat dipahami dalam pikiran, dirasakan oleh hati, dan diaplikasikan dengan seluruh jasmani.

Monday, November 4, 2013

cukup temani saja aku,
beri tahu aku bagaimana cara membuatmu nyaman,,
bimbing aku untuk dapat melengkapimu,,,

Tuesday, October 29, 2013

Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita.
Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini: setiap makhluk berhak atas satu harapan
- Tere Liye -

Sunday, October 27, 2013

- NASEHAT -

Saat itu, entah kenapa, hati benar - benar tidak tenang, gelisah, pikiran macam - macam, teringat penyesalan yg berlebihan dan tidak pada tempatnya.
Inilah salah satu pentingnya dekat dengan orang2 yang bisa memberi nasehat, saling mengingatkan di  jalanNya.
Karena takut hilang atau tak sengaja terhapus, inilah hasil chat via line dengan 'kakak' berinisial LS yang sangat sangat sangaaaat membantu dan menenangkan hati...
Semoga Allah selalu melindunginya,, dan mengabulkan setiap harapan - harapannya :D

>> Prjalanan org dlm menemukan hidayah itu macam2, ada yg sjk kecil sdh di lingkungan agamis, terjaga. Ada yg hrs jatuh dl bru bs menemukan kebenaran. Bersyukurlah krn saat ini kita msh diberi kesempatan utk bertaubat, utk memperbaiki diri.
>> Siapa tau dg mngalami hal spt itu justru bs membuat qt sadar bahaya nya, dan benar2 dengan penuh kesadaran berusaha untuk menghindarinya.
>> Tiada manusia yg bersih fik. Org yg alim pun blm tentu hatinya bersih dr rasa riya, sombong dengki dll.
>> Terkait dosa, insha Allah dg taubat akan diampuni oleh Allah, skrg bgmn kita brusaha mjd pribadi yg lbh baik, berusaha lbh dkt sm Allah.
>> “ Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. 65: 4)
>> Kalo was was artinya kan ndak percaya sama Allah. Kadang orang yg pernah jatuh, justru bisa berdiri dg lebih tegar drpd yg tdk pernah jatuh.
>> Mgkn malam2 org yg 'pernah' melakukan dosa besar kemudian bertaubat lbh sering dihiasi air mata pertaubatan drpd malam2 orang yang ditakdirkan terjaga (tidak pernah tersesat). Mgkn sholatnya jauh lbh khusyu drpd sholat org2 yg tdk pernah jatuh dlm kesesatan.

intinya adalah : bukan seperti apa DULU, tapi seperti apa kita SEKARANG dan YANG AKAN DATANG
:)))


https://www.youtube.com/watch?v=b371Y9N1jgo
Masih di menit ketiga, mata berkaca - kaca..
Ia yang memiliki kekurangan,, tak jarang,, justru lebih banyak bersyukur daripada kita yang dilimpahi begitu banyak karunia dan kelebihan dariNya,,

#PengingatDiriSendiri